Download lagu MP3 Lesti D&#;Academy - Asmara [PREVIEW]
Sesudah menjuarai D'Academy, dia dikontrak oleh label rekaman Trinity Optima Production dan management Stream Entertainment. Kariernya malahan kian meningkat di dunia tarik suara dan dia sempat membintangi beberapa judul film televisi. Sampai pada akhir 2015, ia dipilih menjadi salah satu perwakilan Indonesia di kancah pencarian talenta D'Academy Asia dan walhasil dia keluar sebagai jawara kedua sesudah ditumbangkan oleh Danang Pradana Dieva pesaingnya asal Indonesia.[3] Pada 19 Februari 2016, Lesti mengeluarkan single kedua berjudul Zapin Melayu yang dijadikan oleh Pak Ngah salah satu juri arena pencarian talenta D'Academy Asia asal negara Malaysia
Lahir dari ayah bernama Endang Mulyana dan ibu Sukartini, Lesti ialah seorang gadis umum yang hidup sederhana di desa yang diamati sebelah mata oleh tetangganya. Semenjak umur empat tahun, Lesti sudah belajar bernyanyi nyanyian-nyanyian tradisional Sunda (Sinden) . Meski tak tahu bakatnya diwariskan dari siapa, bernyanyi yaitu kesehariannya. Lesti mulai berdendang dangdut dari panggung ke panggung semenjak kelas 2 SD (umur 8 tahun). Pada umur 14 tahun, waktu masih duduk di kursi kelas 2 SMP di Cianjur, Lesti meniru audisi D'Academy di Bandung dan dia walhasil menerima Golden Ticket untuk lantas meniru konser nominasi di sanggar Indosiar. Endang malahan mengucap syukur sebab Lesti kapabel lewat tiap babak dalam kontes hal yang demikian. Semenjak berangkat ke Jakarta, ia tak menaruh kemauan muluk-muluk. Tak terbersit di benaknya bahwa kehidupannya akan berubah drastis. Dapat pentas di atas panggung besar dengan baju mewah nan gemerlap, dielu-elukan penonton dengan beraneka atribut dukungan bagi dirinya yaitu hal-hal yang tak pernah terbayang sebelumnya. Setelah melalui babak demi babak di panggung D'Academy, akhirnya Lesti dinobatkan menjadi jawara 1 di konser kemenangan sesudah menaklukkan pesaingnya Nur Aty dari Selayar.
Mengungkapkan kebahagiaannya, Lesti tak menduga dirinya dinobatkan sebagai bintang dangdut masa depan. Pasalnya, dikala mengikuti audisi ia memperhatikan banyak peserta yang jauh lebih dewasa dengan bakat yang menurutnya lebih bagus darinya. Di pentas konser kemenangan itu, Lesti mendapatkan hadiah uang tunai senilai 100 juta dan sebuah mobil. Tentu hal itu tidak pernah dibayangkan Lesti dan keluarganya, mengingat kehidupan mereka yang sederhana di kampung halaman. Di malam itu pula, ia berkesempatan merilis single terbarunya yang berjudul "Kejora" ciptaan Nur Bayan dan langsung riuhnya eforia para pendukungnya menggema. Mereka mengungkapkan kemenangannya. Di balik luapan rasa bahagianya, ada sepotong keinginan mulia di hati Lesti. Hadiah uang tunai yang diperolehnya sedianya akan dipakai untuk kebutuhan keluarga dan pengobatan sang ayah, Endang Mulyana, yang menderita kanker semenjak Lesti berusia 2 tahun. Setelah menjadi kampiun, Lesti juga membintangi beberapa judul film TV di Indosiar dan SCTV malah beberapa penghargaan.
Setelah mendulang kesuksesan sebagai penyanyi dangdut muda, Lesti hasilnya merenovasi rumah "gubuk"nya di Cianjur dan membeli rumah baru di Tangerang Selatan. Rumah baru tersebut dibeli sebagai daerah tinggalnya bersama keluarga kecilnya selama berkarier di Jakarta.
Pada akhir tahun 2015, Lesti juga berkesempatan mewakili Indonesia di kompetisi besar D'Academy Asia. Alhasil ini sontak membuat semangatnya tumbuh lantaran telah lama ia merindukan suasana karantina. Dia sesudah lolos dari babak demi babak, dia keluar sebagai runner-up setelah berusaha menaklukkan pesaingnya Danang Pradana Dieva yang juga berasal dari Indonesia. Dia juga berhasil merebut hadiah uang tunai sebesar 100 juta dan sebuah single berjudul "Zapin Melayu" yang dijadikan seketika oleh Pak Ngah, salah satu juri dan komposer ternama dari negara Malaysia. Seusai menjadi kampiun, rencananya Lesti akan seketika merilis album dalam waktu dekat.
Pada tahun 2017, Lesti kembali menorehkan prestasi di industri musik dangdut Indonesia. Anugerah Musik Indonesia menganugerahi Lesti sebagai Solo Pria/Wanita Dangdut Terbaik.
